Minggu, 20 Juni 2021

PENGALAMAN KULIAH DI UNIVERSITAS JAMBI

 Pengalaman Kuliah di Universitas Jambi

Universitas Jambi merupakan salah satu universitas terbesar dan terbaik diprovinsi jambi. Universitas jambi memiliki banyak program studi yang hampir keseluruhan mempunyai akreditasi terbaik. Sarana dan sistem yang ada di Unja juga dapat dikatakan memenuhi dan baik, salah satu sistem yang dikatakan cukup membantu dan teroganisir adalah Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). SIAKAD Unja dapat di akses melalui alamat siakad.unja.ac.id. SIAKAD membantu mahasiswa untuk melikat informasi terbaru mengenai kampus dan juga merupakan wadah yang menkoordinir perkuliahan mahasiswa.

Selasa, 03 Maret 2020

INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN HEUTAGOGY GURU DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

HEUTAGOGY
Revolusi industri keempat (4.0) atau bisa disebut sebagai revolusi digital memberikan tawaran yang sangat menarik bagi dunia pendidikan, utamanya berkaitan dengan akses terhadap beragam informasi dan kemudahan untuk membagikan beragam informasi tersebut secara cepat hampir dimanapun, kemanapun dan kapanpun.
Kemudahan untuk mengakses dan membagikan beragam informasi tersebut secara tidak langsung memberikan tawaran segar bagi kemudahan penerapan heutagogy learning (self-determined learning) yang sebenarnya sudah ditawarkan sejak  lebih dari satu dekade silam. Heutagogi menawarkan kebebasan kepada pembelajar (learner) untuk menetukan (determine) sendiri belajarnya.
Meliputi konten yang akan dipelajari, strategi belajar yang akan digunakan dan jenis asesmen yang akan digunakan, seperti dijelaskan Stewart Hase & Chris Kenyon (2013) bahwa “… the essence of heutagogy is that in some learning situations, the focus should be on what and how the learner wants to learn, not on what is to be taught…”. Dengan kata lain, heutagogi memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk menentukan pilihan secara bebas tentang apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya.
Atau, seperti dianalogikan Waras Kamdi (Kompas, 2018) heutagogi bisa dianalogikan sebagai suatu cara menghidangkan makanan dengan bentuk prasmanan, di mana  orang yang akan menikmati hidangan memiliki kebebasan untuk memilih apa yang akan disantap, media apa saja yang pas untuk digunakan dan bagaimana cara menyantapnya.
Learner dan teacher saling bertukar pikir tentang apa yang pas untuk dipelajari oleh pebelajar dan bagaimana cara membelajarkannya atau langkah-langkah pembelajaran dan sumber-sumber belajar apa yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditentukan tersebut. Dengan kata lain posisi pembelajar lebih sebagai fasilitator atau konsultan pembelajaran.
Heutagogi menjadi sangat menarik untuk diimplementasikan, mengingat cara pandang yang diajukannya tentang pebelajar sebagai agen pembelajar aktif (active agent) yang memiliki kebebasan untuk menetukan sendiri belajarnya. Hal ini agak sedikit berbeda dengan konsep yang ditawarkan pembelajaran konstruktif (Constructive Learning), meskipun sama-sama memandang bahwa pebelajar adalah individu yang aktif yang mampu merekonstruksi sendiri pengetahuannya melalui keaktifannya dalam proses pembelajaran.
Berikut adalah kisi-kisi instrumen penilaian keterampilan Heutagogy guru dalam membelajaran materi:
  Kisi-kisi Instrumen Penilaian
Indikator
Deskripsi
Skill Membelajarkan pada Materi Laju Reaksi
Pembelajaran berbasis pada keterampilan di dunia kerja
Integrasi pengalaman belajar dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja untuk masa depan 21th Century skill)
Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai materi laju reaksi.
Kontrak pembelajaran ditetapkan siswa sendiri
Siswa menetapkan capaian dan pengalaman belajar yang dibutuhkan
Guru menyediakan daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk memilih.
Fleksibelitas kurikulum
Pengayaan dan pendalaman materi disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa
Guru memberikan point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya.
Kesepakatan dan fleksibelitas penilaian
Menyepakati variable penilaian yang sesuai dengan gaya belajar meliputi pemahaman materi dan keterampilan yang telah dicapai
Guru berdiskusi dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
Pembelajaran kolaboratif
Memfasilitasi siswa bekerja bersama memecahkan masalah dengan berbagai info dan pengalaman secara langsung dan digital dan merelaksasikan kemajuan belajar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang bebas siswa gunakan.

  Rubrik Instrumen Penilaian
 
Deskripsi
Skil Membelajarkan
Skor
1
2
3
Integrasi pengalaman belajar dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja untuk masa depan 21th Century skill)
Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai materi laju reaksi.
Guru menetapkan sumber belajar yang akan digunakan
Guru menentukan beberapa opsi atau pilihan untuk sumber belajar yang akan digunakan
Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai materi laju reaksi.
Siswa menetapkan capaian dan pengalaman belajar yang dibutuhkan
Guru menyediakan daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk memilih.
Guru menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Guru menetapkan tujuan yang ingin dicapai dan skil yang dibutuhkan dalam pembelajaran
Guru menyediakan daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk memilih.
Pengayaan dan pendalaman materi disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa
Guru memberikan point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya
Guru tidak menyampikan point-point mengenai materi yang akan dipelajari
Guru hanya menyampikan beberapa point tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang akan dipelajari
Guru memberikan point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya
Menyepakati variable penilaian yang sesuai dengan gaya belajar meliputi pemahaman materi dan keterampilan yang telah dicapai
Guru berdiskusi dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
Guru menetapkan sendiri instrumen penilaian yang akan digunakan
Guru hanya bertanya seadanya tanpa mendiskusikan lebih lanjut mengenai instrumen penilaian yang akan digunakan
Guru berdiskusi dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
Memfasilitasi siswa bekerja bersama memecahkan masalah dengan berbagai info dan pengalaman secara langsung dan digital dan merelaksasikan kemajuan belajar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang bebas siswa gunakan.
Guru menetapkan kelompok belajar siswa
Guru memberikan pilihan kelompok belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran
Guru memberikan kesempatan kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang bebas siswa gunakan.
Total Skor
4
2
0
Link video pembelajaran : https://www.youtube.com/watch?v=txy6EhR6zz4
Hasil Uji Coba
Berasarkan hasil ujicoba instrumen penilian keterampilan Heutagogy dengan skor yang telah dibuat di dapat nilai bahwa pada indikator pertama Pembelajaran berbasis pada keterampilan di dunia kerja skor yang dapat 1, hal ini karena Guru menetapkan sumber belajar yang akan digunakan, untuk indikator kedua skor yang di dapat juga 1, untuk indikator ketiga skor yang didapat skor 2, untuk indikator keempat didapat skor 1 dan indikator kelima juga didapat skor 1. Dengan begitu jumlahskor total berdasarkan rubrik adalah 6 dengan skor maksimal 15. Berdasarkan tabel interpretsi maka skor 6 masuk kedalam Kategori Kurang dengan presentasi 40%. 
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru dalam Pembelajaran Kimia
Skala Nilai
Skor
% Nilai Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru
3
11,67– 15
77.8– 100
Baik
2
8,33 - 11,66
55,5 - 77,7
Cukup
1
5 - 8,32
33,3 - 55,4
Kurang

Rabu, 26 Februari 2020

UJI COBA KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN KREATIVITAS DALAM PRAKTIKUM

UJI COBA INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM KIMIA
    Setelah membuat Kisi-kisi pada blog sebelumnya dengan satu aspek yaitu penyaringan pada praktikum kristalisasi larutan. Pada kali dilakukan praktikum mengenai kristalisasi larutan garam, garam dengan ukuran tertentu dilarutan dengan air lalu disaring dengan kertas saring. Dengan Instrumen ini akan dilhat seberapa kreatif kah siswa dalam melakukan praktikum ini.
Link Video Praktikum : https://www.youtube.com/watch?v=q4UmYIONAYY
 RUBRIK INSTRUMEN PENILAIAN KREATIVITAS
Indikator Berpikir Kreatif
Deskripsi Kegiatan
(Penyaringan Larutan)
Soal
Jawaban
Problem sensitivity
Mengenali sifat dan ukuran partikel zat yang akan dilarutkan
Kritalisasi yakni merupakan suatu metode yang dilakukan dalam pemisahan zat padat yang terdapat dari sebuah komponen lain sebagai penyusun campuran. Dalam praktikum kristalisasi mengenai pembentukan kristal garam kembali,dalam proses kristalisasi dilakukan penyaringan setelah lartutan dilarutkan, zat yang sudah di larutkan didalam gelas kimia di saring agar endapan bisa tersaring,
a.    Prinsip apa yang digunakan dalam proses kristalisasi dan bagaimana sifat zat yang akan dilarutkan? (Problem Sensitivity)
b.    Dalam proses penyaringan bagaimana kriteria kertas saring baik agar endapan yang terbentuk tidak ikut mengalir ke dalam gelas kimia? (Fluency)
c.    Bagaimana cara membuat kertas saring bisa diletakkan dilubang corong pisah? (Flexibility)
d.   Bagaimana cara agar kertas saring tidak bergerak atau bergeser ketika larutan di tuangkan ke corong pisah? (Orginality)
e.    Proses penyaring ini tergolong sangat lambat, bagaimana cara agar proses penyaringan agar lebih cepat? (Elaborations)
a.    Prinsip yang digunakan dalam kristalisasi ini adalah ukuran partikel dan zat yang dikristalisasi biasanya akan larut dan akan lewat penyaringan sehingga bisa di kritalisasi lagi. (Skor 100)
b.    Kriteria kertas saring yang digunakan adalah kertas saring yang memilki pori-pori yang kecil-kecil seperti kertas saring whatman (Skor 100)
c.    Dengan cara melipat atau membentuk kertas saring menjadi 4 bagian sehingga kertas saring membentuk seperti lubang corong pisah. (Skor 100)
d.   Dengan cara membasahi kertas saring yang telah diletakkan di lubang corong pisah sehingga kertas saring menempel ke mulut corong. Dengan ini larutan yang akan di saring tidak akan melewati bagian belakang kertas saring. (Skor 100)
e.  Dengan cara menggoyahkan perlahaan corong pisah sehingga larutan yang sedang di saring lebih cepat mengalirnya kedalam gelas kimia. (Skor 100)
Fluency
Cekatan dalam memilih kertas saring yang tepat
Flexibilty
Membentuk/melipat kertas saring sesuai dengan lubang corong pisah
Orginality
Membasahi kertas saring dengan air sebelum larutan di saring
Elaborations
Menggoyahkan corong pisah agar larutan cepat memisah
Kategori kemampuan berpikir kreatif
§  Sangat Kreatif                 : Skor 500
§  Kreatif.                             : Skor 400
§  Cukup  Kreatif                 : Skor 300
§  Kurang  Kreatif                : Skor 200
§  Sangat Kurang Kreatif    : Skor 100
Hasil Uji Coba
Dengan kategori dan penilaian yang sudah di buat dan sudah dilihat hasil uji coba pada video berikut https://www.youtube.com/watch?v=q4UmYIONAYY, maka dapat disimpulkan tingkat kreatif siswa berada pada level kreatif dengan skor 400. Hal ini dikarenakan hanya 4 indikator kreatif yang dilakukan oleh praktikan yaitu Problem Sensitivity pada menit 02.10 dan 03.00, Fluency pada menit 03.10, Flexibility pada menit 03.13 dan Orginality pada menit 03.36. Sedangkan indikator Elaborations tidak dilakukan praktikan.

Selasa, 18 Februari 2020

KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN KREATIVITAS PRAKTIKUM KIMIA

KISI-KISI INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIKUM KIMIA
        Pada blog kali ini akan membahas kisi-kisi instrumen penilaian praktikum kimia, yang mana nantinya kisi-kisi ini nanti dikembangkan menjadi rubrik soal yang akan diuji cobakan ke siswa. Pada pembuatan kisi-kisi ini dijabarkan deskripsi dari aspek yang ingin kita lihat tingkat kreatifan siswa. Setelah membuat deskripsi maka dibuat deskripsi dari masing-masing indikator kreatif. Dalam hal ini aspek yang akan dilihat adalah penyaringan pada praktikum Kristaslisasi Larutan.

Aspek
Indikator Berpikir Kreatif
Problem sensitivity
Fluency
Flexibilty
Orginality
Elaboratios
Deskripsi
Kemampuan mendeteksi, mengenali, dan memahami serta menanggapi suatu pernyataan, situasi, atau masalah
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan
Kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah
Kemampuan untuk mencetuskan gagsan dengan cara-cara yang asli, tidak klise, dan jarang diberikan kebanyakan orang
Kemampuan menambah suatu situasi atau masalah sehingga menjadi lengkap, dan merincinya secara detail, yang didalamnya terdapat berupa tabel, grafik, gambar, model dan kata-kata.
Kristalisasi Lartutan





·  Penyaringan
Mengenali sifat dan ukuran partikel zat yang akan dilarutkan
Cekatan dalam memilih kertas saring yang tepat
Membentuk kertas saring sesuai dengan lubang corong pisah
Membasahi kertas saring dengan air sebelum larutan di saring
Menggoyahkan corong pisah agar larutan cepat memisah