HEUTAGOGY
Revolusi
industri keempat (4.0) atau bisa disebut sebagai revolusi digital memberikan
tawaran yang sangat menarik bagi dunia pendidikan, utamanya berkaitan dengan
akses terhadap beragam informasi dan kemudahan untuk membagikan beragam
informasi tersebut secara cepat hampir dimanapun, kemanapun dan kapanpun.
Kemudahan untuk mengakses dan membagikan
beragam informasi tersebut secara tidak langsung memberikan tawaran segar bagi
kemudahan penerapan heutagogy learning (self-determined learning) yang
sebenarnya sudah ditawarkan sejak lebih dari satu dekade silam. Heutagogi
menawarkan kebebasan kepada pembelajar (learner) untuk
menetukan (determine) sendiri belajarnya.
Meliputi konten yang akan dipelajari,
strategi belajar yang akan digunakan dan jenis asesmen yang akan digunakan,
seperti dijelaskan Stewart Hase & Chris Kenyon (2013) bahwa “… the
essence of heutagogy is that in some learning situations, the focus should be
on what and how the learner wants to learn, not on what is to be taught…”. Dengan
kata lain, heutagogi memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk menentukan
pilihan secara bebas tentang apa yang akan dipelajari dan bagaimana
mempelajarinya.
Atau, seperti dianalogikan Waras Kamdi
(Kompas, 2018) heutagogi bisa dianalogikan sebagai suatu cara menghidangkan
makanan dengan bentuk prasmanan, di mana orang yang akan menikmati
hidangan memiliki kebebasan untuk memilih apa yang akan disantap, media apa
saja yang pas untuk digunakan dan bagaimana cara menyantapnya.
Learner dan teacher saling bertukar pikir
tentang apa yang pas untuk dipelajari oleh pebelajar dan bagaimana cara
membelajarkannya atau langkah-langkah pembelajaran dan sumber-sumber belajar
apa yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditentukan
tersebut. Dengan kata lain posisi pembelajar lebih sebagai fasilitator atau
konsultan pembelajaran.
Heutagogi menjadi
sangat menarik untuk diimplementasikan, mengingat cara pandang yang diajukannya
tentang pebelajar sebagai agen pembelajar aktif (active
agent) yang memiliki kebebasan untuk menetukan sendiri
belajarnya. Hal ini agak sedikit berbeda dengan konsep yang ditawarkan
pembelajaran konstruktif (Constructive Learning),
meskipun sama-sama memandang bahwa pebelajar adalah individu yang aktif yang
mampu merekonstruksi sendiri pengetahuannya melalui keaktifannya dalam proses
pembelajaran.
Berikut adalah kisi-kisi instrumen penilaian keterampilan Heutagogy guru dalam membelajaran materi:
Kisi-kisi Instrumen Penilaian
Indikator
|
Deskripsi
|
Skill
Membelajarkan pada Materi Laju Reaksi
|
Pembelajaran berbasis
pada keterampilan di dunia kerja
|
Integrasi
pengalaman belajar dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja untuk masa
depan 21th Century skill)
|
Guru memberikan kebebasan
kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan
dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai
materi laju reaksi.
|
Kontrak pembelajaran
ditetapkan siswa sendiri
|
Siswa
menetapkan capaian dan pengalaman belajar yang dibutuhkan
|
Guru menyediakan
daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa
yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa
diminta untuk memilih.
|
Fleksibelitas
kurikulum
|
Pengayaan
dan pendalaman materi disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar
siswa
|
Guru memberikan
point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang
penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya.
|
Kesepakatan dan
fleksibelitas penilaian
|
Menyepakati
variable penilaian yang sesuai dengan gaya belajar meliputi pemahaman materi
dan keterampilan yang telah dicapai
|
Guru berdiskusi
dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur
aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
|
Pembelajaran
kolaboratif
|
Memfasilitasi siswa
bekerja bersama memecahkan masalah dengan berbagai info dan pengalaman secara
langsung dan digital dan merelaksasikan kemajuan belajar
|
Guru memberikan kesempatan
kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk
memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang
bebas siswa gunakan.
|
Rubrik Instrumen Penilaian
Deskripsi
|
Skil
Membelajarkan
|
Skor
|
||
1
|
2
|
3
|
||
Integrasi pengalaman
belajar dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja untuk masa depan 21th Century
skill)
|
Guru memberikan
kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang
relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi
mengenai materi laju reaksi.
|
Guru
menetapkan sumber belajar yang akan digunakan
|
Guru
menentukan beberapa opsi atau pilihan untuk sumber belajar yang akan
digunakan
|
Guru memberikan
kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang
relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi
mengenai materi laju reaksi.
|
Siswa menetapkan
capaian dan pengalaman belajar yang dibutuhkan
|
Guru menyediakan daftar
list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin
ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk
memilih.
|
Guru
menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
|
Guru menetapkan
tujuan yang ingin dicapai dan skil yang dibutuhkan dalam pembelajaran
|
Guru menyediakan
daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa
yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa
diminta untuk memilih.
|
Pengayaan dan pendalaman
materi disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa
|
Guru memberikan
point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang
penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya
|
Guru tidak
menyampikan point-point mengenai materi yang akan dipelajari
|
Guru hanya
menyampikan beberapa point tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang
akan dipelajari
|
Guru memberikan
point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang
penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya
|
Menyepakati variable
penilaian yang sesuai dengan gaya belajar meliputi pemahaman materi dan
keterampilan yang telah dicapai
|
Guru berdiskusi
dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk
mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
|
Guru
menetapkan sendiri instrumen penilaian yang akan digunakan
|
Guru hanya bertanya
seadanya tanpa mendiskusikan lebih lanjut mengenai instrumen penilaian yang
akan digunakan
|
Guru berdiskusi
dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk
mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
|
Memfasilitasi siswa
bekerja bersama memecahkan masalah dengan berbagai info dan pengalaman secara
langsung dan digital dan merelaksasikan kemajuan belajar
|
Guru memberikan kesempatan
kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk
memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang
bebas siswa gunakan.
|
Guru
menetapkan kelompok belajar siswa
|
Guru
memberikan pilihan kelompok belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran
|
Guru memberikan kesempatan
kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk
memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang
bebas siswa gunakan.
|
Total
Skor
|
4
|
2
|
0
|
|
Link video
pembelajaran : https://www.youtube.com/watch?v=txy6EhR6zz4
Hasil Uji Coba
Hasil Uji Coba
Berasarkan hasil ujicoba instrumen penilian keterampilan Heutagogy dengan skor yang telah dibuat di dapat nilai bahwa pada indikator pertama Pembelajaran berbasis pada
keterampilan di dunia kerja skor yang dapat 1, hal ini karena Guru
menetapkan sumber belajar yang akan digunakan, untuk indikator kedua skor yang di dapat juga 1, untuk indikator ketiga skor yang didapat skor 2, untuk indikator keempat didapat skor 1 dan indikator kelima juga didapat skor 1. Dengan begitu jumlahskor total berdasarkan rubrik adalah 6 dengan skor maksimal 15. Berdasarkan tabel interpretsi maka skor 6 masuk kedalam Kategori Kurang dengan presentasi 40%.
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru dalam Pembelajaran Kimia
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru dalam Pembelajaran Kimia
Skala Nilai
|
Skor
|
% Nilai Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru
|
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru
|
3
|
11,67– 15
|
77.8– 100
|
Baik
|
2
|
8,33 - 11,66
|
55,5 - 77,7
|
Cukup
|
1
|
5 - 8,32
|
33,3 - 55,4
|
Kurang
|
Hal apa yang anda pertimbangkan dalam membuat kisi-kisi? adakah kendala atau tidak dalam penyusunan kisi-kisi diatas?
BalasHapusYang harus dipertimbangkan adalah membuat skill membelajarkan guru yang bisa diukur oleh oberserver. Dan juga kendala lain adalah bagaimana indikator ini sinkron dengan materi yang diajarkan
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSelain indikator-indikator heatagogy hal lain apa yang menjadi pertimbangan dalam merumuskan keterampilan membelajarkan pada materi kimia yang anda pilih?
BalasHapusYang harus dipertimbangkan adalah membuat skill membelajarkan guru yang bisa diukur oleh oberserver. Dan juga materi pembelajaran juga menjadi bagian penting untuk dipertimbangkan
HapusMenurut saya, kelima indikator diatas sudah cukup untuk mengukur heatagogy guru.
Hapusstrategi apa yang dilaksanakan guru pada indikator kesepakatan dan fleksibelitas penilaian apabila intake siswa dikelas heterogen ?
BalasHapusDisini terjadi tantangan yang cukup besar, guru dituntut memfasilitasi bagaimana penilaian itu dibuat bersamam-sama dengan siswa. Dikelas yang heterogen maupun homogen, taktik dan strategi guru menjadi hal penting disini
HapusApa kendala dan kesulitan yang anda alami saat membuat dan mengembangkan kisi-kisi instrumen diatas? Dan indikator mana yang menjadi hambatan untuk anda dalam merancang kisi-kisi tersebut
BalasHapusKesulitan yang dialami adaalah bagimana membuat instrumen ini bisa di ujicobakan dan skill membelajarkan ith bisa diukur. Semua indikator saya rasa memiliki kesulitan yang hampir sama
Hapusmenurut saya kesulitan dalam membuat instrumen diatas adalah saat merumuskan kriteria penskoran dari masing-masing indikator
Hapusapa kendala anda dalam pembuatan kisi-kisi penilaian ini?
BalasHapusKesulitan yang dialami adaalah bagimana membuat instrumen ini bisa di ujicobakan dan skill membelajarkan ith bisa diukur.
Hapussaat guru menerapkan semua aspek atau indikotor membelajarkan keterampilan HEUTAGOGY ini, sikap apa yang anda ambil jika siswa merasa terlalu tertekan atau bahkan sulit menerima pembalajaran dengan adanya invoasi2 pembelajaran yang guru kerjakan?
BalasHapusIni merupakan hal kurang baik, disini seharusnya siswa mendapatkan kebebasan dalam artian mereka tidak di kekang oleh aturan. Mungkin jika terjadi yang seperti ini pendekatan secara personal perlu dilakukan, mengingat ini akan mengetahui masalah yang terjadi dengan siswa
BalasHapusMenurut anda indikator manakah yang paling sulit untuk diterapkan di sekolah?
BalasHapusMenurut saya indikator memberikan kesempatan kepada siswa menetapkan instrumen penilaian sendiri, karena kita juga harus memberikan pengetahuan mengenai point yang harus ada dalam penilaian
HapusKendala apa saja yg saudara hadapi dalam pembuatan indikator ini dan apakah menggunakan media pendukung untuk pelaksanaannya?
BalasHapusDalam hal media yang mendukung tidak ada kendala tapi dalam penerapan cukup banyak kendala yang dihadapi
HapusTolong jelaskan secara singkat bagaimana penerapan hetaugogy dlm pembelajaran kimia?
BalasHapusDalam pembelajaran indikator ini sangat membantu dan memberikan kebebasan siswa dalam menentukan skill, capaian dan instrumen penilaian. Tetapi semua ini kembali ke guru bagaimana guru mengelola kelas
HapusMenurut anda,apakah kelima indikator tersebut dapat diterapkan oleh guru secara efektif pada pembelajaran ?
BalasHapusMenurut saya bisa diterapkan karena aspek kegiatan pada diindikator dibuat dengan kata kerja oprasional yang bisa di ukur
BalasHapus