Selasa, 20 Agustus 2019

PERTEMUAN 1


Gambaran Kurikulum dan Desain Pembelajaran Kimia




A.    Sejarah Singkat tentang Kurikulum
Pertama kali kurikulum diberlakukan di sekolah Indonesia pada awal kemerdekaan ialah kurikulum 1947 yang dimaksudkan untuk melayani kepentingan bangsa Indonesia. Penerbitan UU No. 4 tahun 1950 merumuskan pula tujuan kurikulum menurut jenjang pendidikan. Sekolah mengharuskan menyempurnakan kurikulum 1947 agar lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa Indonesia. Kurikulum 1968 ditandai dengan pendekatan peng-organisasian materi pelajaran dengan pengelompokan suatu pelajaran yang berbeda, yang dilakukan secara korelasional (correlated subject curriculum), yaitu mata pelajaran yang satu dikorelasikan dengan mata pelajaran yang lain, walaupun batas demarkasi antar mata pelajaran masih terlihat jelas. Muatan materi masing-masing mata pelajaran masih bersifat teoritis dan belum terikat erat dengan keadaan nyata dalam lingkungan sekitar.
Di dalam kurikulum 1975, pada setiap bidang studi dicantumkan tujuan kurikulum, sedangkan pada setiap pokok bahasan diberikan tujuan instruksional umum yang dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai satuan bahasan yang memiliki tujuan instruksional khusus. Dalam proses pembelajaran, guru harus berusaha agar tujuan instruksional khusus dapat dicapai oleh peserta didik, setelah mata pelajaran atau pokok bahasan tertentu disajikan oleh guru. Kurikulum 1984 pada hakikatnya merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. Asumsi yang mendasari penyempurnaan kurikulum 1975 ini adalah bahwa kurikulum merupakan wadah atau tempat proses belajar mengajar berlangsung yang secara dinamis, perlu senantiasa dinilai dan dikembangkan secara terus menerus sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat.
Dengan mendasarkan kepada seluruh proses penyusunan kurikulum pada ketentuan-ketentuan yuridis dan akademis di atas, maka diharapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembatani semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia pendidikan di sekolah. Namun, harapan itu sepertinya tidak terwujud sebagaimana diperlihatkan oleh sedemikian banyak dan gencarnya keluhan pengelola pendidikan mengenai berbagai kelemahan dan kekurangan kurikulum 1994. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang hanya berlaku sampai tahun 2006 di sekolah-sekolah pada dasarnya adalah merupakan gagasan dari Kurikulum Berbasis Kemampuan Dasar (KBKD) yang pernah diperkenalkan oleh Boediono dan Ella (1999), yang memfokuskan pada wujud pertumbuhan dan perkembangan potensi peserta didik.
Kurikulum 2006 atau yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan yang berlaku dewasa ini di Indonesia. KTSP diberlakukan mulai tahun ajaran 2006/2007 yang menggantikan kurikulum 2004 (KBK). Kurikulum ini lahir seiring dengan pemberlakuan Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilakku dan Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Kurikulum 2013 untuk SD, bersifat tematik integratif dantingkat SMP & SMA (Kompetensi dikembangkan melalui: Mata pelajaran); sedangkan tingkat SMK (Kompetensi dikembangkan melalui: vokasional). Semua mata pelajaran menggunakan diajarkan dengan pendekatan yang sama yaitu menggunakan pendekatain saintifik, yang menggunakan 5 M : Mengamati,Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar dan Mengkomunikasikan. Poin penting atau penejelasan singkat Perbedaan RPP K13 Edisi Revisi 2017 Dengan RPP K13 Revisi 2016. Kurikulum 2013 sekarang sudah direvisi lagi untuk tahun 2017. Revisi K13 Tahun 2017 tidak terlalu signifikan, namun perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD). Sedangkan dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi 2017, yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan HOTS sehingga perlu kreatifitas guru dalam meramunya. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Mengintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative). Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill). Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
B.     Pendapat Ahli Tentang Kurikulum
Kurikulum semula berasal dari istilah yang dipergunakan dalam dunia olah raga pada zaman Yunani Kuno. Secara bahasa, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata “curir” artinya pelari, dan “curere” yang artinya tempat berpacu. Sehingga kurikulum diartikan sebagai jarak yang ditempuh oleh pelari (Nana Sudjana).
J. Galen Saylor dan William M. Alexander dalam bukunya Curriculum Planning for Better Teaching and Learning sebagaimana dikutip oleh Nasution menjelaskan bahwa The curriculum is the sum total of school’s efforts to influence learning, whether in the class room, or  the playground, or out of school.3 Yaitu kurikulum diartikan segala usaha sekolah untuk mempengaruhi pembelajaran, apakah di dalam kelas, atau di halaman ataupun di luar sekolah.
David Pratt mendefinisikan : “A curriculum is an organized set of formal educational and or training intentions”.4 Yaitu kurikulum diartikan sebagai seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat-pusat latihan.
Peter F. Oliva mendefinisikan :“ Curriculum is everything that goes on within the school, including extraclass activites, guidance, and interpesonal relationship”.Yaitu kurikulum adalah sesuatu yang terjadi di sekolah termasuk kegiatan ektra kelas, bimbingan dan hubungan antar perseorangan.
Kurikulum dalam pendidikan Islam dikenal dengan istilah manhaj yang berarti jalan yang terang yang dilalui oleh pendidik bersama anak didiknya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka (Omar Muhammad).
Dari banyak definisi tentang kurikulum yang telah disampaikan para ahli, Nasution menggolongkan pengertian kurikulum berdasarkan tekanannya: (1) kurikulum sebagai produk atau hasil, (2) kurikulum sebagai program, (3) kurikulum sebagai hal-hal yang harus dipelajari oleh siswa,(4) kurikulum sebagai pengalaman siswa (S.Nasution).
Berdasarkan pada definisi-definisi tersebut, saya menyimpulkan bahwa kurikulum tidak dapat diartikan secara sempit atau terbatas pada mata pelajaran saja melainkan dapat dipahami bahwa kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

C.    KWHLAQ Chart



KWHLAQ Chart merupakan salah satu panduan tentang pembelajaran abad 21. Berikut penjelasan singkat mengenai KWHLAQ Chart:
K (Know) : Apa yang kita ketahui? Know disini maksudnya adalah tentang sesuatu yang sudah kita kuasai atau kita miliki sebelum kita memulai pembelajaran.
W (What) : Apa yang ingin kita ketahui? What disini maksudnya adalah tentang apa yang ingin kita ketahui setelah kita tahu apa yang kita kuasai atau kita ketahui. Ini seperti target atau tujuan kita ketika kita mempelajari sesuatu.
H (How) : Bagaimana cara kita menemukan atau mencari sesuatu yang ingin kita ketahui sebelumnya? How disini maksudnya adalah cara kita untuk menemukan apa yang ingin kita ketahui.
L (Learned) : Apa yang kita pelajari dan apa yang telah kita pelajari? Learned disini maksudnya adalah setelah kita mengetahui apa yang kita ketahui, sudah mengetahui apa yang ingin kita ketahui serta cara agar kita bisa menemukan apa yang ingin kita ketahui baru lah kita pelajari apa yang ingin kita ketahui tadi.
A (Action) : Apa tindakan yang akan dilakukan? Action disini maksdunya adalah setelah kita mengetahui apa yang yang ingin kita ketahui tadi, apa tindakan yang akan kita lakukan dengan ilmu atau kemampuan yang sudah kita miliki ini.
Q (Question) : Apa pertanyaan baru yang saya miliki? Question disini maksudnya adalah setelah menerapkan atau mengaplikasikan ilmu atau kemampuan yang sudah didapat tadi, apa masalah baru yang saya hadapi atau miliki.

K
W
H
L
A
Q
What do I think I know?
What do I want to learn?
How do I find out?
What Have I learned?
What action will I take?
What new questions do I have?
Saya hanya mengetahui sedikit tentang cara mengajar dikelas
Saya ingin mengajar kimia di kelas
Saya mencari buku tentang cara mengajar, buku psikologi anak, membaca ariket di internet dan sharing dengan teman sejawat
Saya sudah mempelajari cara mengajar dikelas
Saya mengajar kimia dikelas
Saya mempunyai masalah baru yaitu bagaiamana cara agar siswa yang kita ajarkan dikelas mendengarkan apa yang kita sampaikan

Permasalahan
1.      Apakah kurikulum yang diterapkan sekarang sudah mencapai tujuan pendidikan nasional yang di harapkan?
2.      Apakah kurikulum yang ada sekarang bisa mengikuti perkembangan zaman di era abad 21?
3.      Apa disekolah-sekolah diindonesia bisa menerapkan kurikulum yang ada?




15 komentar:

  1. 3. Semua sekolah wajib untuk menerapkan kurikulum, hanya saja tidak semua sekolah di Indonesia dapat menerapkan kurikulum saat ini yaitu kurikulum 2013 dan masih menggunakan KTSP. Namun, mulai pada tahun ajaran 2018-2019 semua sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah harus mengimplementasikan Kurikulum 2013(K-13). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendata, sebanyak 78.000 sekolah belum menerapkan K-13. Sehingga, semua sekolah tersebut akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan tahap akhir untuk mengimplementasikan K-13.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawbaannya, mungkin itu sudah menjawab permasalahan yang ada

      Hapus
  2. 1. Kurikulum yang berlaku sekarang ( K-13) sudah disusun pemerintah sesuai dengan tujuan nasional yang ada, namun untuk tercapainya tujuan nasional tergantung dari bagaimana implementasi sekolah itu sendiri. Dalam pencapaian suatu tujuan nasional pendidikan itu dipengaruhi oleh beberapa komponen yaitu tujuan pendidikan, peserta didik, pendidik, lingkungan pendidikan, alat pendidikan, metode pendidikan dan isi pendidikan. Semua komponen diatas saling keterkaitan antara satu dengan yang lain. Tercapainya tujuan nasional apabila semua komponen diatas sudah di implementasikan sesuai dengan kurikulum yang telah dibuat oleh pemerintah, maka kurikulum dapat dikatakan sudah mencapai tujuan nasional.
    3. Implementasi kurikulum disekolah se Indonesia tergantung dari bagaimana cara sekolah, guru, peserta didik, sarana prasarana dan semua yang terlibat dalam kurikulum sudah ada dan mampu mengimplementasikan sesuai kurikulum yang ada maka sekolah dapat dikatakan bisa menerapkan kurikulum yang ada. Tetapi ada sebagian sekolah yang terletak di daerah terpencil yang masih belum memadai baik dari sarana prasarana, guru, peserta disik, dan lingkungan sekolah maka belum bisa menerapkan kurikulum yang ada pada saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penjelasan anda sudah menjawab pertanyaan diatas, ini sudah sangat jelas

      Hapus
  3. 2. Bisa. Di dalam era digital orang dapat belajar menggunakan berbagai cara dan berbagai sumber, dan ini merupakan tantangan bagi guru untuk menemukan pendekatan yang mana yang akan dipakai dalam membantu peserta didiknya untuk belajar secara efektif. Guru di era digital perlu memahami bagaimana cara peserta didiknya belajar dan mencarikan yang terbaik di antara berbagai pilihan tersebut. Dengan kata lain selama guru belum memahami bagaimana kemampuan, kebutuhan dan kekuatan masing-masing individu peserta didiknya dalam mempelajari sesuatu akan sulit bagi guru menentukan metode belajar dan mengajar yang akan berdampak positif kepada peserta didiknya.

    Dengan kondisi tersebut di atas, sudah saatnya kita memikirkan kembali bagaimana metode belajar mengajar yang dapat digunakan dalam menghadapi era digital saat ini. Pembelajaran kreatif merupakan salah satu metode yang dapat dikembangkan dalam mewujudkan tuntutan era digital pendidikan saat ini di antara banyak pilihan lainnya. yang semua metode pembelajaran sejalur dengan kurikulum yang ada.

    BalasHapus
  4. Menurut anda kurikulum yang berekemban sekarang ini sudah terimplementasi kan dengan baik??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilakku dan Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Kurikulum 2013 untuk SD, bersifat tematik integratif dantingkat SMP & SMA (Kompetensi dikembangkan melalui: Mata pelajaran); sedangkan tingkat SMK (Kompetensi dikembangkan melalui: vokasional). Semua mata pelajaran menggunakan diajarkan dengan pendekatan yang sama yaitu menggunakan pendekatain saintifik, yang menggunakan 5 M : Mengamati,Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar dan Mengkomunikasikan. Poin penting atau penejelasan singkat Perbedaan RPP K13 Edisi Revisi 2017 Dengan RPP K13 Revisi 2016. Kurikulum 2013 sekarang sudah direvisi lagi untuk tahun 2017. Revisi K13 Tahun 2017 tidak terlalu signifikan, namun perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD)

      Hapus
    2. Bagus untuk beberapa tempat tetapi masih banyak yang belum menjalankan kurikulum yang dibuat oleh pemerintah

      Hapus
  5. Bisakah anda jelaskan lebih jelas mengenai kwhlaq yang anda buat? terutama pada poin W saya ingin mengajar kimia. Materi kimia apa yang akan anda ajarkan serta penjelasannya untuk kwhlaq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa yang ingin kita ketahui? What disini maksudnya adalah tentang apa yang ingin kita ketahui setelah kita tahu apa yang kita kuasai atau kita ketahui. Ini seperti target atau tujuan kita ketika kita mempelajari sesuatu.
      Untuk materinya itu disesuaikan dengan materi apa yang akan diajarkan.

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. menjawab permasalahan ketiga, menurut saya penerapan kurikulum k13 saat ini masih mengalami banyak kendala terutama di sekolah sekolah terluar Indonesia. seperti terkendala dengan akses internet, fasilitas, sarana dan pra sarana sekolah maupun kendala kendala lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawaban permasalahanyan, ini sudah menjawab permasalahan yang ada

      Hapus
    2. untuk mengatasi kendala itu, langkah apa yang harus dilakukan oleh sekolah?

      Hapus