Selasa, 03 Maret 2020

INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN HEUTAGOGY GURU DALAM PEMBELAJARAN KIMIA

HEUTAGOGY
Revolusi industri keempat (4.0) atau bisa disebut sebagai revolusi digital memberikan tawaran yang sangat menarik bagi dunia pendidikan, utamanya berkaitan dengan akses terhadap beragam informasi dan kemudahan untuk membagikan beragam informasi tersebut secara cepat hampir dimanapun, kemanapun dan kapanpun.
Kemudahan untuk mengakses dan membagikan beragam informasi tersebut secara tidak langsung memberikan tawaran segar bagi kemudahan penerapan heutagogy learning (self-determined learning) yang sebenarnya sudah ditawarkan sejak  lebih dari satu dekade silam. Heutagogi menawarkan kebebasan kepada pembelajar (learner) untuk menetukan (determine) sendiri belajarnya.
Meliputi konten yang akan dipelajari, strategi belajar yang akan digunakan dan jenis asesmen yang akan digunakan, seperti dijelaskan Stewart Hase & Chris Kenyon (2013) bahwa “… the essence of heutagogy is that in some learning situations, the focus should be on what and how the learner wants to learn, not on what is to be taught…”. Dengan kata lain, heutagogi memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk menentukan pilihan secara bebas tentang apa yang akan dipelajari dan bagaimana mempelajarinya.
Atau, seperti dianalogikan Waras Kamdi (Kompas, 2018) heutagogi bisa dianalogikan sebagai suatu cara menghidangkan makanan dengan bentuk prasmanan, di mana  orang yang akan menikmati hidangan memiliki kebebasan untuk memilih apa yang akan disantap, media apa saja yang pas untuk digunakan dan bagaimana cara menyantapnya.
Learner dan teacher saling bertukar pikir tentang apa yang pas untuk dipelajari oleh pebelajar dan bagaimana cara membelajarkannya atau langkah-langkah pembelajaran dan sumber-sumber belajar apa yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditentukan tersebut. Dengan kata lain posisi pembelajar lebih sebagai fasilitator atau konsultan pembelajaran.
Heutagogi menjadi sangat menarik untuk diimplementasikan, mengingat cara pandang yang diajukannya tentang pebelajar sebagai agen pembelajar aktif (active agent) yang memiliki kebebasan untuk menetukan sendiri belajarnya. Hal ini agak sedikit berbeda dengan konsep yang ditawarkan pembelajaran konstruktif (Constructive Learning), meskipun sama-sama memandang bahwa pebelajar adalah individu yang aktif yang mampu merekonstruksi sendiri pengetahuannya melalui keaktifannya dalam proses pembelajaran.
Berikut adalah kisi-kisi instrumen penilaian keterampilan Heutagogy guru dalam membelajaran materi:
  Kisi-kisi Instrumen Penilaian
Indikator
Deskripsi
Skill Membelajarkan pada Materi Laju Reaksi
Pembelajaran berbasis pada keterampilan di dunia kerja
Integrasi pengalaman belajar dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja untuk masa depan 21th Century skill)
Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai materi laju reaksi.
Kontrak pembelajaran ditetapkan siswa sendiri
Siswa menetapkan capaian dan pengalaman belajar yang dibutuhkan
Guru menyediakan daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk memilih.
Fleksibelitas kurikulum
Pengayaan dan pendalaman materi disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa
Guru memberikan point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya.
Kesepakatan dan fleksibelitas penilaian
Menyepakati variable penilaian yang sesuai dengan gaya belajar meliputi pemahaman materi dan keterampilan yang telah dicapai
Guru berdiskusi dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
Pembelajaran kolaboratif
Memfasilitasi siswa bekerja bersama memecahkan masalah dengan berbagai info dan pengalaman secara langsung dan digital dan merelaksasikan kemajuan belajar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang bebas siswa gunakan.

  Rubrik Instrumen Penilaian
 
Deskripsi
Skil Membelajarkan
Skor
1
2
3
Integrasi pengalaman belajar dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja untuk masa depan 21th Century skill)
Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai materi laju reaksi.
Guru menetapkan sumber belajar yang akan digunakan
Guru menentukan beberapa opsi atau pilihan untuk sumber belajar yang akan digunakan
Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses dan mencari sumber-sumber belajar yang relevan dan unik baik berupa website, e-book, buku, jurnal maupun aplikasi mengenai materi laju reaksi.
Siswa menetapkan capaian dan pengalaman belajar yang dibutuhkan
Guru menyediakan daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk memilih.
Guru menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Guru menetapkan tujuan yang ingin dicapai dan skil yang dibutuhkan dalam pembelajaran
Guru menyediakan daftar list beberapa tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan skill apa yang ingin ditingkatkan pada pembelajaran materi laju reaksi dan siswa diminta untuk memilih.
Pengayaan dan pendalaman materi disesuaikan dengan kebutuhan dan kecepatan belajar siswa
Guru memberikan point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya
Guru tidak menyampikan point-point mengenai materi yang akan dipelajari
Guru hanya menyampikan beberapa point tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai materi yang akan dipelajari
Guru memberikan point-point penting seperti kata kunci, beberapa istilah, submateri yang penjelasannya harus dicari lebih banyak baik sumbernya maupun penjelasannya
Menyepakati variable penilaian yang sesuai dengan gaya belajar meliputi pemahaman materi dan keterampilan yang telah dicapai
Guru berdiskusi dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
Guru menetapkan sendiri instrumen penilaian yang akan digunakan
Guru hanya bertanya seadanya tanpa mendiskusikan lebih lanjut mengenai instrumen penilaian yang akan digunakan
Guru berdiskusi dengan siswa mengenai bentuk dan cara penilaian yang akan digunakan untuk mengukur aspek-aspek yang libatkan dalam pembelajaran materi laju reaksi
Memfasilitasi siswa bekerja bersama memecahkan masalah dengan berbagai info dan pengalaman secara langsung dan digital dan merelaksasikan kemajuan belajar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang bebas siswa gunakan.
Guru menetapkan kelompok belajar siswa
Guru memberikan pilihan kelompok belajar yang akan digunakan dalam pembelajaran
Guru memberikan kesempatan kepada siswa memilih rekan diskusi dan sarana diskusi yang siswa sukai untuk memecahkan permasalahan pada pembelajaran laju reaksi dengan sumber yang bebas siswa gunakan.
Total Skor
4
2
0
Link video pembelajaran : https://www.youtube.com/watch?v=txy6EhR6zz4
Hasil Uji Coba
Berasarkan hasil ujicoba instrumen penilian keterampilan Heutagogy dengan skor yang telah dibuat di dapat nilai bahwa pada indikator pertama Pembelajaran berbasis pada keterampilan di dunia kerja skor yang dapat 1, hal ini karena Guru menetapkan sumber belajar yang akan digunakan, untuk indikator kedua skor yang di dapat juga 1, untuk indikator ketiga skor yang didapat skor 2, untuk indikator keempat didapat skor 1 dan indikator kelima juga didapat skor 1. Dengan begitu jumlahskor total berdasarkan rubrik adalah 6 dengan skor maksimal 15. Berdasarkan tabel interpretsi maka skor 6 masuk kedalam Kategori Kurang dengan presentasi 40%. 
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru dalam Pembelajaran Kimia
Skala Nilai
Skor
% Nilai Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru
Kategori Keterampilan Inovasi Heutagogi Guru
3
11,67– 15
77.8– 100
Baik
2
8,33 - 11,66
55,5 - 77,7
Cukup
1
5 - 8,32
33,3 - 55,4
Kurang

23 komentar:

  1. Hal apa yang anda pertimbangkan dalam membuat kisi-kisi? adakah kendala atau tidak dalam penyusunan kisi-kisi diatas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang harus dipertimbangkan adalah membuat skill membelajarkan guru yang bisa diukur oleh oberserver. Dan juga kendala lain adalah bagaimana indikator ini sinkron dengan materi yang diajarkan

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Selain indikator-indikator heatagogy hal lain apa yang menjadi pertimbangan dalam merumuskan keterampilan membelajarkan pada materi kimia yang anda pilih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang harus dipertimbangkan adalah membuat skill membelajarkan guru yang bisa diukur oleh oberserver. Dan juga materi pembelajaran juga menjadi bagian penting untuk dipertimbangkan

      Hapus
    2. Menurut saya, kelima indikator diatas sudah cukup untuk mengukur heatagogy guru.

      Hapus
  4. strategi apa yang dilaksanakan guru pada indikator kesepakatan dan fleksibelitas penilaian apabila intake siswa dikelas heterogen ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disini terjadi tantangan yang cukup besar, guru dituntut memfasilitasi bagaimana penilaian itu dibuat bersamam-sama dengan siswa. Dikelas yang heterogen maupun homogen, taktik dan strategi guru menjadi hal penting disini

      Hapus
  5. Apa kendala dan kesulitan yang anda alami saat membuat dan mengembangkan kisi-kisi instrumen diatas? Dan indikator mana yang menjadi hambatan untuk anda dalam merancang kisi-kisi tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesulitan yang dialami adaalah bagimana membuat instrumen ini bisa di ujicobakan dan skill membelajarkan ith bisa diukur. Semua indikator saya rasa memiliki kesulitan yang hampir sama

      Hapus
    2. menurut saya kesulitan dalam membuat instrumen diatas adalah saat merumuskan kriteria penskoran dari masing-masing indikator

      Hapus
  6. apa kendala anda dalam pembuatan kisi-kisi penilaian ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesulitan yang dialami adaalah bagimana membuat instrumen ini bisa di ujicobakan dan skill membelajarkan ith bisa diukur.

      Hapus
  7. saat guru menerapkan semua aspek atau indikotor membelajarkan keterampilan HEUTAGOGY ini, sikap apa yang anda ambil jika siswa merasa terlalu tertekan atau bahkan sulit menerima pembalajaran dengan adanya invoasi2 pembelajaran yang guru kerjakan?

    BalasHapus
  8. Ini merupakan hal kurang baik, disini seharusnya siswa mendapatkan kebebasan dalam artian mereka tidak di kekang oleh aturan. Mungkin jika terjadi yang seperti ini pendekatan secara personal perlu dilakukan, mengingat ini akan mengetahui masalah yang terjadi dengan siswa

    BalasHapus
  9. Menurut anda indikator manakah yang paling sulit untuk diterapkan di sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya indikator memberikan kesempatan kepada siswa menetapkan instrumen penilaian sendiri, karena kita juga harus memberikan pengetahuan mengenai point yang harus ada dalam penilaian

      Hapus
  10. Kendala apa saja yg saudara hadapi dalam pembuatan indikator ini dan apakah menggunakan media pendukung untuk pelaksanaannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam hal media yang mendukung tidak ada kendala tapi dalam penerapan cukup banyak kendala yang dihadapi

      Hapus
  11. Tolong jelaskan secara singkat bagaimana penerapan hetaugogy dlm pembelajaran kimia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam pembelajaran indikator ini sangat membantu dan memberikan kebebasan siswa dalam menentukan skill, capaian dan instrumen penilaian. Tetapi semua ini kembali ke guru bagaimana guru mengelola kelas

      Hapus
  12. Menurut anda,apakah kelima indikator tersebut dapat diterapkan oleh guru secara efektif pada pembelajaran ?

    BalasHapus
  13. Menurut saya bisa diterapkan karena aspek kegiatan pada diindikator dibuat dengan kata kerja oprasional yang bisa di ukur

    BalasHapus